Penyakit Musiman Di Musim Penghujan

8
selamat pagi kawan semua, lama nie blog gak update ya. mungkin karena saya sibuk cari air nie buat mandi. ya di desa kami untuk saat ini susah sekali cari air bersih. mungkin di karenakan musim kemarau yang panjang.

tetapi syukur alhamdulillah tadi malam hujan yang sangat lebat sekali. apakah ini yanda awal akan memasukinya musim penghujan di desa kami ?

musim penghujan mungkin akan di mulai namun tentunya wabah penyakit pun akan banyak timbul baik itu karena binatang atau pun karena kita sendiri..


Penyakit Di Musim Hujan
Kesiagaan masyarakat terhadap penyakit musiman perlu diikuti kesadaran masyarakat mengenai informasi yang berhubungan dengan kesehatan dalam menghadapi penyakit pada musim penghujan. Beberapa penyakit yang sering terjadi antara lain:
  1. Penyakit yang disebabkan oleh virus berbahaya : flu, demam berdarah, diare dan muntah.
  2. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan parasit : diare, disentri, cacingan. Biasanya muncul karena volume air yang meluap ditambah dengan tersumbatnya saluran air yang menyebabkan bakteri dan parasit dari bahan makanan bekas atau kotoran yang terbawa air ke permukaan menyebar.
  3. Penyakit kulit yang disebabkan jamur, biasanya ini dikarenakan kelembaban pada pakaian yang tidak bisa dikeringkan dengan baik, menyebabkan jamur kulit seperti di selangkangan, sela jari kaki, lipat payudara.
  4. Penyakit lain yang disebabkan oleh perubahan cuaca : asma dan hidung tersumbat.
Adapun penyakit yang perlu mendapat penanganan intensif berhubungan dengan bakteri dan virus yang tersembunyi saat musim kemarau dan ketika hujan, air membawa kotoran ke tempat yang lebih terbuka. Kotoran tersebut merupakan tempat potensial berbagai kuman penyakit, termasuk didalamnya kotoran berbagai hewan khususnya tikus, cicak dan beberapa hewan lain.
  1. Tikus biasanya membawa bakteri yang bernama Leptospira sp. dan dapat menularkannya kepada manusia. Bakteri Leptospira sp. dapat menyebabkan penyakit yang biasa dikenal dengan penyakit kuning atau Leptospirosis. Bakteri tersebut ditularkan kepada manusia lewat air seni. Gejala penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. berupa pegal linu, meriang, biasanya disertai flu, demam tinggi, mata dan kulit kuning dan pada keadaan lanjut bisa mengalami perdarahan hebat baik pada kulit, saluran pencernaan maupun saluran kemih.
  2. Selain penyakit kuning, penyakit lain yang biasa menyerang pada musim hujan adalah demam berdarah, dimana penyakit tersebut diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Aedes Aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya.
Tindakan MedisTindakan medis dengan merujuk ke puskesmas, rumah sakit terdekat tentu sangat dianjurkan bila terkena penyakit tersebut. Tidak perlu panik berlebihan bila mendapati anggota keluarga, saudara, teman ataupun tetangga mendapati penyakit kuning, demam berdarah dan lain sebagainya. Sebagai informasi, untuk mengetahui gejala seperti penyakit demam berdarah, timbul setelah melewati masa inkubasi 3 sampai dengan 5 hari sejak seseorang terserang virus dengue. Setelah 3 sampai 5 hari, gejala yang akan timbul adalah:
  1. Suhu badan naik antara 38-40 derajat celsius disertai dengan demam dan panas selama dua sampai tujuh hari berturut-turut. Demam kadang disertai dengan bintik merah namun terkadang juga tidak menunjukkan bintik merah, tetapi akan jelas terlihat apabila diperiksa dengan metoda uji torniquet.
  2. Panas badan bisa turun atau naik dan bisa juga tidak turun sama sekali sepanjang hari.
  3. Perasaan menggigil, hilangnya nafsu makan dan minum serta disertai rasa mual yang mendorong untuk muntah, terkadang sering terasa nyeri di kepala.
  4. Nafas tak beraturan dan terasa sesak.
  5. Terasa nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung pada awal gejala.
  6. Otot di seluruh bagian tubuh terasa pegal dan nyeri.
  7. Kulit menjadi nampak kemerahan, terutama di bagian muka.
  8. Buang air besar berwarna hitam dan keras. Gejala ini terlihat jika trombosit sudah mulai rendah kira-kira di bawah 100.000/mm3 dan terjadi peningkatan hematokritdiatas 20 %. Kadar trombosit bisa diketahui dengan tes darah di laboratorium.
Antisipasi dan PencegahanPencegahan dapat dilakukan lebih dini terhadap munculnya penyakit yang dibawa oleh air saat musim penghujan maupun pasca musim penghujan. Berikut ini beberapa pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
  1. Memperhatikan lingkungan agar tetap bersih, terutama setelah hujan datang.
  2. Terapkan konsep 3 M (Menutup, Mengubur, Menguras), terutama pada masa awal musim hujan, yang berguna untuk pencegahan penyebarluasan penyakit demam berdarah.
  3. Pengawasan dan perbaikan kualitas air, pembuangan kotoran, pengelolaan sampah.
  4. Pemberian kaporit dan aquatab sebagai bahan penyuci hama untuk air, PAC yaitu serbuk yang dapat digunakan untuk menjernihkan air secara cepat, kantung plastik digunakan sebagai tempat sampah, lisol untuk penyuci hama, abate untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.
Selain menjaga lingkungan, faktor lain yang dapat dilakukan adalah menjaga tubuh agar tetap bugar, antara lain:
  1. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
  2. Cuci tangan sebelum makan dengan sabun atau antiseptik.
  3. Perhatikan makanan dan minuman dengan menjaga kualitas dan kebersihan makanan.
  4. Hindari atau kurangi mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersuhu rendah, goreng-gorengan serta makanan dan minuman yang terlalu manis, karena akan merangsang dan mudah mengiritasi tenggorokan.
  5. Konsumsi suplemen dan multivitamin jika dalam sehari melakukan aktifitas penuh dari pagi sampai malam, terlebih jika merasa bahwa asupan makan dan minuman yang dikonsumsi tidak seimbang.
Masalah penyakit yang sering menyerang pada musim hujan, juga mendapat sorotan penuh dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Oleh sebab itu, sebagai antisipasi penyakit dengan datangnya musim penghujan saat ini, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya, diantaranya:
  1. Meningkatkan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama dalam hal penggunaan air bersih; cuci tangan dengan air bersih dan sabun; penggunaan jamban sehat; pemberantasan jentik di rumah, sekolah, kantor, dan lingkungan sekitar; konsumsi buah dan sayur setiap hari; beraktivitas fisik setiap hari; membuang sampah pada tempatnya; tidak meludah sembarangan; serta penggunaan alat pelindung diri, misalnya memakai sepatu boot saat terjadi banjir untuk menghindari infeksi leptospira, memakai lotion anti nyamuk di wilayah rawan atau endemis demam berdarah, dan lain-lain.
  2. Meningkatkan kewaspadaan dini peningkatan penyakit dengan surveilans melalui sarana yang tersedia.
  3. Meningkatkan pengawasan faktor risiko lingkungan (higiene sanitasi air dan lingkungan, tempat perindukan nyamuk, dan lain-lain) terutama di daerah banjir dan rawan banjir yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat bekerjasama dengan Balai/Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan Pemberantasan Penyakit Menular (B/BTKL PPM).
  4. Menyediakan logistik bahan penjernih air (PAC, pembersih air cepat) di wilayah yang sulit mendapatkan air bersih bila diperlukan.
  5. Menyiapkan obat dan alat kesehatan yang memadai di Puskesmas, Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan.

Sumber : Berbagai Sumber.